Ikuti Kata Hati Untuk sukses

Kata hati biasanya berhubungan dengan naluri kita. Selalu mengarahkan kita kekesadaran. Dia tersimpan dialam bawah sadar. Menolong kita saat kondisi terdesak. 

Di dalam diri kita ada juga selalu mengarahkan kehal-hal negatif misal malas, gensi, sombong, takut dan lain-lain. Ini adalah ego yang berada dalam kesadaran. Biasanya ini kalau kita tidak sadari bisa membuat kita selalu menjanjikan  kita kenyaman. 

Ego ini akan muncul kalau kita beraksi dalam melakukan kebaikan. Sebagai penjual kacamata keliling saya sering dibuat tak berdaya oleh sifat ego itu. Malam dan paginya saya berencana untuk menawarkan kacamata. Didalam diri saya ada harapan, ada keinginan yang kuat untuk prospek. Semuanya sudah tergambar jelas. 

Ketika saya sudah beraksi menawarkan kacamata saat itu muncullah sifat ego itu. Membuat saya tidak percaya diri, melarang saya dengan menakut-nakuti seperti nanti ditolak, menakuti saya nanti diketawai dll. Sayapun mulai ragu dan semangat saya kendor. Prospek pun terhambat. Mencari tempat lain keliling sampai jauh seperti kehilangan arah dan tujuan. Tidak terasa waktu berlalu tanpa melakukan aksi sesuai dengan rencana. 

Ini saya lakukan bertahun-tahun tanpa sadar. Saya kelihatan seperti orang sibuk karena keluar pagi pulang sore tetapi hasil tidak ada alias kurang dari cukup. Saya dibuat stres oleh ego itu. Ketika saya dirumah saya melihat kedua istri selalu lesu mrmandang saya. Saya pulang membawa uang hanya untuk hidup. Kami boleh dikata tidak pernah belikan mereka pakaian dan kenyamanan lainnya.

Saya merasa tidak bertanggung jawab. Tetapi ketika saya diingatkan biasanya saya selalu membela diri. Itulah kerjanya ego. Tetapi kalau kondisi terdesak saya juga sering kedatangan sifat baik hati itu (naluri dan kata hati). Hanya saja saya belum mengenalnya lebih baik. Sehingga terkadang menyepelekannya dan saya lebih cendrung keego saya. 

Sekarang saya mulai sadar dengan banyak merenungi masa lalu. Dan saya sudah bisa melihat diri saya yang sebenarnya. Dualisme diri saya bisa saya lihat. Saya hanya butuh mengakuinya. Kedua sifat itu adalah saya sendiri. Saya akan memperhatikan keduanya. Dia adalah cinta. Kedua-duanya satu kesatuan yang utuh. Saya harus kenal dia dan sayangi dia. 

Saya akan terima kedua-duanya dan menyerahkan sepenuhnya ke Entitas cinta tanpa batas. Anslisis Meta 

Komentar

Postingan Populer